Bidik Kemenangan di MotoGP San Marino, Rossi Butuh Peningkatan

Bidik Kemenangan di MotoGP San Marino, Rossi Butuh Peningkatan


NovaPoker - Valentino Rossi telah menyelesaikan sesi latihan bebas (FP1-FP2) MotoGP San Marino, Jumat (7/9) kemarin. Pembalap tim Movistar Yamaha menutup latihan bebas di hari pertama dengan berada di urutan kedelapan dengan catatan waktu 1 menit 32.786 detik atau kalah cepat 0, 588 detik dari Andrea Dovizioso.

"Sangat penting untuk berada di posisi sepuluh besar. Saya meningkatkan waktu lap saya di akhir dan mendapatkan target. Saya merasa lebih nyaman dengan motor dibandingkan sewaktu tes di Misano, pekan lalu," ungkap Rossi, Sabtu (8/9/2018).


Baca Juga :     Marc Marquez: 2 Kemenangan Lagi Dan Juara MotoGP 2018 Dalam Genggaman Tangan


Melansir dari halaman Agen Poker, kendati senang dengan penampilannya di FP1-FP2, Rossi mengaku masih memiliki beberapa masalah, terutama dalam pengereman. Dia meminta kepada tim untuk meningkatkan keseimbangan mengingat masih ada serangkaian sesi latihan bebas dan kualifikasi, sebelum menjalani balapan di MotoP San Marino, akhir pekan ini.

"Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika kami ingin memiliki balapan yang bagus," ucap Rossi.

Balapan di Sirkuit Misano akan dijadikan sebagai momentum kebangkitan Rossi.

Dukungan penggemarnya akan membakar motivasinya untuk meraup poin penuh sekaligus memperpendek jarak perolehan poin dari Marc Marquez, yang hingga kini masih betah berada di posisi teratas dengan keunggulan 59 angka dari The Doctor.

Share:

Marc Marquez: 2 Kemenangan Lagi Dan Juara MotoGP 2018 Dalam Genggaman Tangan

Marc Marquez: 2 Kemenangan Lagi Dan Juara MotoGP 2018 Dalam Genggaman Tangan


BintangBola - Marc Marquez sedang berada dalam periode krusial perburuan gelar juara dunia MotoGP 2018. Dengan hanya tujuh balapan tersisa musim ini, pembalap tim Repsol Honda itu secara matematis hanya membutuhkan dua kemenangan untuk merengkuh gelar kelima di kelas elite.

Dengan catatan, Marquez mampu mendapatkan podium kedua di lima balapan MotoGP lainnya. Jika skenario itu (dua podium pertama-lima podium kedua) berjalan sesuai rencana, maka Marquez akan mengumpulkan total 351 poin.

Poin itu sudah tidak akan mampu dikejar pesaing terdekatnya Valentino Rossi. Kendati pembalap tim Movistar Yamaha mengantongi 25 poin di tujuh balapan tersisa, maka dia akan memperoleh 317 poin di klasemen balap MotoGP musim ini.

Sejauh ini Marquez telah meraih lima podium pertama dengan tiga hasil tempat kedua dan satu tempat ketiga. Pembalap berjuluk Baby Alien itu gagal mencetak poin hanya dalam dua dari 11 balapan di musim ini.


Baca Juga :     Pedrosa Siap Hadapi Tantangan di MotoGP San Marino


Kini, Marquez sudah berada di Italia untuk menjalani balapan seri 13 MotoGP di Grand Prix San Marino, akhir pekan ini. Rapor pemilik nomor 93 di Sirkuit Misano tidak buruk, sebab dia berhasil membukukan lima kemenangan dalam delapan tahun terahir. Termasuk dua kemenangan di kelas 125cc (2010) dan Moto2 (2011-2012).

Dua kemenangan lainnya terjadi di kelas MotoGP pada 2015 dan 2017. Keberhasilan Marquez merebut podium pertama di kelas elite merupakan momen yang penuh emosional dan paling menantang.

Melansir dari halaman Agen Bola, ada tahun 2015, Marquez memenangkan balapan dalam kondisi cuaca berubah-ubah (basah-kering). Tahun lalu, dia berhasil mengasapi Andrea Petrucci dalam kondisi basah. Jika rekan setim Dani Pedrosa mampu berdiri gagah di podium pertama, maka secara keseluruhan dia telah mengumpulkan enam kemenangan dan catatan itu akan sama seperti di tahun lalu.

Klasemen MotoGP

1. Marc Marquez (Repsol Honda) 201 poin
2. Valentino Rossi (Movistar Yamaha) 142 poin
3. Jorge Lorenzo (Ducati Team) 130 poin
4. Andrea Dovizioso (Ducati Team) 129 poin
5. Maverick Viñales (Movistar Yamaha) 113 poin
6. Danilo Petrucci (Pramac Ducati) 105 poin
7. Johann Zarco (Monster Yamaha Tech3) 104 poin
8. Cal Crutchlow (LCR Honda) 103 poin
9. Andrea Iannone (Suzuki Ecstar) 84 poin
10. Alex Rins (Suzuki Ecstar) 66 poin
11. Dani Pedrosa (Repsol Honda) 66 poin
12. Jack Miller (Pramac Ducati) 61 poin
13. Alvaro Bautista (Angel Nieto Team) 57 poin
14. Tito Rabat (Reale Avintia) 35 poin
15. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) 32 poin
16. Hafizh Syahrin (Monster Yamaha Tech3) 24 poin
17. Franco Morbidelli (EG 0,0 Marc VDS) 22 poin
18. Aleix Espargaro (Factory Aprilia Gresini) 17 poin
19. Bradley Smith (Red Bull KTM Factory) 15 poin
20. Scott Redding (Factory Aprilia Gresini) 12 poin
21. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 11 poin
22. Mika Kallio (Red Bull KTM Factory) 6 poin
23. Karel Abraham (Angel Nieto Team (GP16) 4 poin


Share:

Pedrosa Siap Hadapi Tantangan di MotoGP San Marino

Pedrosa Siap Hadapi Tantangan di MotoGP San Marino


NovaPoker - Setelah pembatalan gelaran MotoGP Inggris, kini Dani Pedrosa mulai mempersiapkan diri tampil di Grand Prix San Marino. Pembalap tim Repsol Honda itu berharap kondisi cuaca tidak mengganggu jalannya balapan pada akhir pekan ini.

"Saya berharap cuaca bagus di Misano dan dapat memanfaatkan semua sesi dengan baik. Saya suka trek ini meskipun sedikit bergelombang dan tingkat genggamannya sering menjadi tantangan, karena dapat mengubah banyak hal dari sesi pagi hingga sore hari," kata Pedrosa, Rabu (5/9/2018).


Baca Juga :     Marquez Heran Ducati Lepas Lorenzo ke Honda


Melansir dari halaman Agen Poker, Pedrosa melanjutnya tak hanya kondisi cuaca yang menjadi mengganggu pikiran Pedrosa. Pemilihan ban juga menjadi faktor kunci untuk merebut podium.

"Pilihan ban akan sangat penting," kata Pedrosa.
Meski ada beberapa hal yang menghantui Pedrosa, namun dia selalu suka setiap kali menjalani balapan di Misano. Menurutnya, atmosfer yang selalu disuguhkan penggemar balap di Italia semakin menambah menarik balapan.

"Saya juga suka suasana dengan para penggemar yang selalu sangat bersemangat dan sangat bagus untuk melihat tumpukan barang mewah," imbuh Pedrosa.

Share:

Marquez Heran Ducati Lepas Lorenzo ke Honda

Marquez Heran Ducati Lepas Lorenzo ke Honda


BintangBola - Marc Marquez heran Ducati membiarkan Jorge Lorenzo pindah ke tim Repsol Honda musim depan. Apalagi Ducati melepas Lorenzo setelah meraih kemenangan pertama bersama Desmoseidic GP18.

Lorenzo awalnya menjadi subjek pemberitaan setelah masa depannya di tim Ducati Corse mulai dipertanyakan.

Rumor sempat menyebut jika dia bakal bergabung dengan tim satelit Yamaha (tim SIC Racing). Namun, pembalap asal Spanyol itu akhirnya memantapkan pilihannya pada Honda.

Saat itu semua orang terkejut ketika mengetahui Lorenzo berada satu tim dengan Marquez tahun depan. Marquez menilai jika Ducati terlihat salah ketika membiarkan seorang juara dunia pergi dari markas mereka di Borgo Panigale, Bologna, Italia.


Baca Juga :     Rossi Tertarik Jadi Rekan Setim Marquez di MotoGP


Melansir dari halaman Agen Bola, sejak meraih kemenangan pertamanya bersama motor Desmosedici GP18 di Mugello, Lorenzo telah menggarisbawahi namanya sebagai pembalap pabrikan Italia yang telah mengumpulkan poin terbanyak di musim ini. Dia unggul satu angka dari rekan setimnya, Andrea Dovizioso.


"Ini mungkin konsekuensi dari pembaruan kontrak yang dimulai pada Februari, Maret, hingga April dan secara pribadi saya tidak menyukainya. Karena setiap tim harus mengoreksi perkembangan pembalap atau motor," kata Marquez.

"Menurut pendapat saya, Honda telah melakukannya dengan sangat baik, karena dengan satu gerakan mereka telah merekrut pembalap yang sangat baik dan berhasil melemahkan tim Ducati. Mereka akan kehilangan pembalap fenomenal dan mereka tidak berusaha untuk menahannya dan saya tidak mengerti mengapa Ducati membiarkan Jorge pergi," Marquez menambahkan.


Share:

Rossi Tertarik Jadi Rekan Setim Marquez di MotoGP

Rossi Tertarik Jadi Rekan Setim Marquez di MotoGP


NovaPoker - Pebalap veteran MotoGP, Valentino Rossi, mengaku tertarik menjadi rekan setim juara bertahan MotoGP Marc Marquez di Movistar Yamaha.

Marquez sempat dikabarkan akan menjadi rekan setim Rossi di Yamaha pada musim 2017 setelah Jorge Lorenzo memutuskan pindah ke Ducati. Namun, rumor tersebut dibantah Marquez yang mengatakan Yamaha tidak pernah mengajukan penawaran.

"Saya mendapat tawaran dari Ducati. Yamaha memberi tawaran di masa lalu, tapi bukan kali ini. Lin Jarvis (direktur pelaksana Yamaha) juga mengatakan hal itu tidak mungkin," ucap Marquez.


Melansir dari halaman Agen Poker, meski hubungan dengan Marquez tidak harmonis, Rossi mengaku tetap tertarik menjadi rekan setim pebalap asal Spanyol tersebut. Rossi ingin melihat bagaimana penampilan Marquez menggunakan sepeda motor M1 Yamaha.

Baca Juga :     Ditanya Bahagia Berpisah dengan Lorenzo, Ini Jawaban Dovizioso


"Menarik untuk melihat bagaimana penampilan Marquez di Yamaha, dan dia akan menjadi rekan setim yang sulit dikalahkan," ujar Rossi.


"Menjadi rekan setim Lorenzo sudah cukup sulit. Saya bisa katakan saya akan melakukan yang terbaik untuk mengalahkan rekan setim, siapapun orangnya," sambung The Doctor.

Sementara itu direktur pelaksana Movistar Yamaha Lin Jarvis menganggap duet Rossi dan Marquez di Yamaha mustahil terwujud. Terlebih kedua pebalap punya hubungan yang tidak harmonis.

"Saya pikir sangat tidak mungkin Marquez dan Rossi akan berbagi garasi," ucap Jarvis.

Rossi dan Marquez akan kembali tampil pada balapan MotoGP San Marino, 9 September mendatang.


Share:

Ditanya Bahagia Berpisah dengan Lorenzo, Ini Jawaban Dovizioso

Ditanya Bahagia Berpisah dengan Lorenzo, Ini Jawaban Dovizioso


BintangBola - Perseteruan Jorge Lorenzo dengan Andrea Dovizioso di MotoGP sudah tak bisa ditutupi lagi. Pasalnya, kedua pembalap dari tim Ducati Corse itu di beberapa kesempatan saling menjatuhkan satu sama lain.

Puncak perseteruan itu terjadi di MotoGP Republik Ceko. Saat itu Dovizioso yang memicu garasi di tim Ducati memanas karena menyebut pendekatan Lorenzo selama di pabrikan Italia tidak tepat meski rekan setimnya itu sudah membukukan kemenangan pada musim ini.

Di sisi lain, Lorenzo menuding Dovizioso mencoba menjatuhkan mentalnya pada awal musim ini. 
 
Mungkin ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan pembalap berjuluk Little Dragon tersebut untuk membuat rekan setimnya itu merasa tak nyaman mengendarai Desmosedici GP18 mengingat posisinya sudah terancam di musim ini.

Namun demikian, Dovizioso akan terbebas dari tekanan lantaran Lorenzo telah memutuskan untuk tidak membarui kontraknya bersama Ducati. Pembalap asal Spanyol itu memilih menerima pinangan tim Repsol Honda selama dua tahun ke depan.


Baca Juga :     Masuk Daftar Hitam Yamaha, Marquez Sindir Lin Jarvis



Melansir dari halaman Agen Bola, Disinggung seberapa bahagianya Dovizioso mengetahui Lorenzo bakal pindah tim tahun depan, dia menjawab ada sisi positif dan negatif dari kepergian Lorenzo. "Seberapa bahagianya berpisah dengan Jorge? Katakanlah 50-50, karena ada pro dan kontra," kata Dovizioso dikutip dari Formula Passion, Sabtu (1/9/2018).

"Positifnya, Jorge merupakan seorang pembalap yang telah memenangi gelar juara dunia dan itu bagus untuk melihat dia tetap berada di depan."

"Di sisi lain atau negatifnya, ada beberapa hal yang akan membuat mereka lebih baik dari saya dan ini dapat menempatkan Anda dalam posisi yang sulit," ucap Doviziolo lagi.

"Secara mental, itu adalah situasi yang kompleks, saya akan senang jika menang, tetapi jika saya gagal itu menciptakan ketegangan. Dan tahun ini Lorenzo membuatku merasakan sisi negatif dari semua ini, akan sangat bodoh untuk mengatasinya," pungkasnya.
Share:

Masuk Daftar Hitam Yamaha, Marquez Sindir Lin Jarvis

Masuk Daftar Hitam Yamaha, Marquez Sindir Lin Jarvis


NovaPoker - Lin Jarvis telah mengeluarkan daftar hitam atau blacklist sejak 2016 lalu terhadap dua pembalap yang bakal bergabung dengan pabrikan Jepang di masa depan. Kedua pembalap yang dimaksud manajer tim Movistar Yamaha itu yakni Marquez bersaudara.

Alasan Jarvis mencoret nama Marc Marquez (Repsol Honda) dan Alex Marquez (Marc VDS/Moto2) lantaran perseteruan dengan Valentino Rossi. Awal mula gesekan itu muncul saat The Doctor terbukti bersalah menghalangi laju kecepatan Marquez ketika mengaspal di Sirkuit International Sepang, Malaysia, pada 2015 lalu.

Akibatnya, Rossi dijatuhi sanksi berupa penalti posisi di Grand Prix Valencia. Ya, di seri terakhir itu pemilik nomor 46 terpaksa memulai balapan dari posisi buncit.

Inilah awal mula perseteruan Marquez dengan Rossi hingga menyebabkan Jarvis mengeluarkan daftar hitam kepada Marquez bersaudara. Lantas, apakah daftar hitam yang dikeluarkan Jarvis benar-benar nyata atau hanya spekulasi saja?


Baca Juga :     Crutchlow Takut Inggris Tak Punya Pembalap di MotoGP




Melansir dari halaman Agen Poker, Marquez membenarkan kabar tersebut. Dikatakan, Jarvis memang telah mengeluarkan ultimatum tersebut pada 2016 lalu.

"Jarvis mengatakan ia tidak kan pernah melihat seorang Marquez di Yamaha. Dia sudah mengatakannya sejak 2016. Kami menghormati dan memahaminya," ungkap Marquez, Sabtu (1/9/2018).

Sementara posisi Alex bisa dikatakan hanya terkena getahnya dari perseteruan itu. Padahal, sempat beredar rumor jika adik kandung Marquez itu bakal bergabung dengan tim Satelit Yamaha. Tapi, tim Garpu Tala tak mencantumkannya pada tahun depan.

Alex pun memilih bertahan di Moto2 dengan Marc VDS. Sedangkan posisi pembalap satelit Yamaha dihuni Fabio Quartararo dan murid Rossi, Franco Morbidelli.

"Ketika seorang pembalap naik kelas ke MotoGP, maka dia harus siap. Adikku (Alex) tidak melakukan dan dia memilih bertahan di Moto2," ucap Marquez.

"Jangan terburu-buru. Jika Anda menang 10 balapan di Moto2 semua pintu terbuka, sehingga, Anda harus berbicara di trek dan bukan di luar," pungkasnya.
Share:

Recent Posts

CONTACT US

CS BINTANGBOLA.XYZ SIAP MELAYANI ANDA 24 JAM ::
BBM ♒️ D61870BD
WA ♒️ +855 9696 23232
WECHAT ♒️ BINTANGBOLA

Novapoker | Agen Poker Online